Showing posts with label paten. Show all posts
Showing posts with label paten. Show all posts

Tuesday, May 14, 2013

PATEN PERTAMA UNTUK SENAPAN MESIN

Pada 15 mei 1718, seorang pengacara di London Inggris, James Puckle mendaftarkan paten untuk senapan mesin hasil rancangannya, yang konon dapat menembak beberapa kali dengan cepat. Senapan ini kelak disebut sebagai nenek moyang senapan mesin.
Senjata buatan Puckle digambarkan sebagai senapan dengan mekanisme flintlock dengan laras panjang 36 inch dan diameter 1,25 inch.

 


Memiliki sebuah silinder yang berisi 11 peluru dan dapat melepaskan 63 butir peluru hanya dalam 7 menit, ini 3 kali lebih cepat dibanding senjata yang umum digunakan waktu itu dan mengalahka tentara tercepat manapun.


Paten tersebut menerangkan "sebuah senapan jinjing atau mesin yang disebut defence yang dapat melepaskan tembakan dengan kerap dan menembakka banyak peluru dan dapat diisi ulang dengan cepat pula sehingga nyaris mustahil untuk naik ke kapal".


Penjelasan tersebut mengindikasikan bahwa senjata tersebut dimaksudkan untuk digunakan di kapal. Kantor hak paten Inggris menerbitkan paten nomor 418 untuk rancangan tersebut. 


Kemudian Puckle mulai memproduksi senjata tersebut secara massal pada 1721 di pabrik White Cross Alley. (artikel dikutip dari harian kompas hal 35 tgl 15 mei 2013, oleh Ign hekso yudiono)

*) gambar dicopy dari google image dan tidak ada hubungannya dengan artikel asli.


Wednesday, May 8, 2013

HAK PATEN PERTAMA UNTUK FOTOGRAFI



Pada 8 mei 1840, paten pertama di AS terkait fotografi diberikan kepada Alexander S Wolcott dari New York. Paten no 1.582 tersebut bertajuk metode menangkap kemiripan menggunakan pemantul cekung dan piringan yang dipersiapkan sehingga cahaya dan bentuk sinar lainnya akan berdampak diatasnya.

Berbeda dengan daguerrotype yang menghasilkan gambar terbalik, kamera WOlcott menghasilkan gambar foto berukuran 1,75 inch X 2,5 inch yang tidak terbalik.

Fotografi berkembang pada dekade 1820-an melalui obscure berupa kotak kayu besar yang memiliki lensa untuk cahaya masuk. Cahaya akan memproyekskan gambar pada lembar kaca buram dan seorang juru gambar aka membuat sketsa secepat mungkin. Sayangnya, proyeksi akan hilang begitu kamera dipindah.

Pada 1839, ahli fisika dari Perancis, Louise Daguerre berkolaborasi dengan Nicephore Niepce, dan berhasil menyempurnakan kamera temuan Niepce, yang untuk menghasilkan gambar pada pelat tembaga tadinya membutuhkan eksposure selama 8 jam menjadi hanya 15 menit saja. Kamera tersebut disebut kamera Dagguerrotype. (artikel ini di kutip dari harian kompas hal 47 tgl 8 mei 2013, oleh Ignatius hekso yudiono).

*) gambar di copy dari google image dan tidak ada hubungannya dengan artikel asli.