Showing posts with label cetak foto. Show all posts
Showing posts with label cetak foto. Show all posts

Wednesday, May 8, 2013

HAK PATEN PERTAMA UNTUK FOTOGRAFI



Pada 8 mei 1840, paten pertama di AS terkait fotografi diberikan kepada Alexander S Wolcott dari New York. Paten no 1.582 tersebut bertajuk metode menangkap kemiripan menggunakan pemantul cekung dan piringan yang dipersiapkan sehingga cahaya dan bentuk sinar lainnya akan berdampak diatasnya.

Berbeda dengan daguerrotype yang menghasilkan gambar terbalik, kamera WOlcott menghasilkan gambar foto berukuran 1,75 inch X 2,5 inch yang tidak terbalik.

Fotografi berkembang pada dekade 1820-an melalui obscure berupa kotak kayu besar yang memiliki lensa untuk cahaya masuk. Cahaya akan memproyekskan gambar pada lembar kaca buram dan seorang juru gambar aka membuat sketsa secepat mungkin. Sayangnya, proyeksi akan hilang begitu kamera dipindah.

Pada 1839, ahli fisika dari Perancis, Louise Daguerre berkolaborasi dengan Nicephore Niepce, dan berhasil menyempurnakan kamera temuan Niepce, yang untuk menghasilkan gambar pada pelat tembaga tadinya membutuhkan eksposure selama 8 jam menjadi hanya 15 menit saja. Kamera tersebut disebut kamera Dagguerrotype. (artikel ini di kutip dari harian kompas hal 47 tgl 8 mei 2013, oleh Ignatius hekso yudiono).

*) gambar di copy dari google image dan tidak ada hubungannya dengan artikel asli.









Tuesday, April 23, 2013

PATEN UNTUK MESIN CUCI CETAK FOTO

Pada 23 april 1895, warga kulit hitam Amerika kelahiran Kuba, Clatonia Joaoquin Dorticus, memperoleh paten untuk temuan mesin cuci-cetak foto.

 

Dalam rancangan paten nomor 537.968 tersebut dijelaskan, selama proses cuci-cetak tersebut, foto dicelupkan kedalam sejumlah bahan kimia. Mesin buatan Dorrticus ini menetralisasi proses kimia pada setiap pencucuian sehingga efeknya terhadap cetakan foto dapat diatur.


Menurut Dorticus, cara yang iua usulkan dapat menghindari kemungkinan terjadi pencucian terlalu lama yang dapat membuat hasil foto kurang jelas. Pada hari yag sama warga kulit hitam lainnya, Purdy and Peters, memperoleh racangan untuk sendok.

Pada hari yang sama dengan tahun yang berbeda, ada dua paten lagi yang diberika bagi warga kulit hitam, masing-masing A Romain pada1889 dan BH Taylor pada 1878. Paten pertama untuk kulit hitam diberikan kepada pedagang Amerika keturunan Afrika bernama Thomas L Jennings pada 3 maret 1821. Rancangannya berupa proses mencuci dry-cleaning yang kala itu disebut dry-scouring.[artikel di-copy dari harian kompas hal 39, tgl 23 april 2013 oleh Ignatius hekso yudiono].

**] gambar di-copy dari google-image dan tidak ada hubungannya dengan artikel.